Rabu, April 04, 2007

Mengenang Chrisye

CHRISYE meninggal. Dan saya terkenang beberapa hal tentang dia.

Meski bukan penggemar fanatiknya, tetapi saya banyak juga menyukai lagu-lagu Chrisye. Saya masih ingat lagu pertama yang saya suka adalah ..ah entah apa judulnya, namun penggalannya seperti ini:

Di malam sesunyi ini
Aku sendiri, tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari, dia telah pergi
Tinggalkan diriku
dst.

Lagu itu cukup terkenal ketika saya masih kecil, mungkin kelas 3 atau 4 SD. Kesan saya adalah, ini penyanyi penampilannya aneh: mirip wanita karena suaranya halus dan rambutnya panjang, gayanya kaku dan hampir tanpa ekspresi, tetapi lagunya enak. Saya sering melihatnya di acara Album Minggu Kita TVRI waktu itu. Dan dari lagu itulah saya mengingat Chrisye sebagai penyanyi. Baru kemudian saya tahu bahwa dia juga lah yang menyanyikan lagu-lagu semacam: Hip-hip Hura-hura, Anak Sekolah dan Lilin-lilin Kecil yang pernah saya dengar sebelumnya di radio.

Saya juga suka pada lagunya yang kemudian. Judulnya ..ah juga tak ingat, tetapi dia menceritakan tentang penyesalan seorang yang jatuh cinta pada pada kekasihnya, tapi sayang dia telah berdua. Liriknya seperti ini:

....
Mengapa ini harus terjadi?
Kita bertemu saat dirimu
Tak lagi sendiri, cobalah engkau sadari
Mana mungkin lagi,
kita berdua kan menyatu?
Dst.

Itu lagu Chrisye yang paling saya suka hingga kini. Entah, mungkin karena liriknya yang kuat, entah karena sering mengalami.. ha ha..

Menjelang saya lulus SD, kalo gak salah, Chrisye membuat album barang Rafika Duri dan Trio Libels dengan hits Hening dan Kidung, yang sempat menjadi lagu wajib remaja-remaja seangkatan kami. Pernah juga, kalo juga gak salah, dia meremark lagu Koes Plus Cintaku Tlah Berlalu, yang kemudian diikuti oleh Kembar Group.

Ketika menjelang kelulusan SMP teman-teman sering menyanyikan lagu ini:

Resah rintik hujan,
Yang terhenti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan
Dst.

Saya baru tahu belakangan kalo lagu itu juga lagunya Chrisye. Ketika dia meluncurkan album lagu-lagu lamanya terutama yang ia buat bersama Eros Djarot, saya juga suka beberapa lagu seperti: Merepih Alam, Merpati Putih dan Malam Pertama. Nada-nadanya indah, dan liriknya kuat.

Pada album-album Chrisye kontemporer saya jatuh cinta pada lagu-lagu: Andai Aku Bisa ciptaan Dani dan Bebi dan Seperti Yang Kamu Minta bikinan Pongky. Tetapi ketika dia membikin Album Dekade yang mendaur ulang lagu-lagu lama terkenal saya tak terlalu mengapresiasinya. Baru ketika Chrisye membuat album dengan musisi-musisi muda seperti Dani Ahmad, Peter Pan dan Ungu saya kembali suka lagu-lagu semacam: Menunggumu dan Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada.

Belakangan, saya juga sedang gandrung dengan lagu lama Chrisye yang dinyanyikan kembali dengan baik oleh Ari Lasso:

...
Kini, semua bukan milikku
Musim itu tlah berlalu
Matahari segera berganti

Badai pasti berlalu..
Badai pasti berlalu...

Hmm... selamat jalan mas Chris!

Tidak ada komentar: