Rasamala, Si Eksotis dari Tanah Pasundan

 On Friday, December 09, 2011  

Rasamala (Altingia excelsa Noronha) adalah pohon hutan yang dapat tumbuh sangat tinggi, mencapai 40 hingga 60 meter. Pohon ini bernilai ekonomi karena kayunya yang kuat dan menghasilkan getah yang berbau harum dan menjadi bahan campuran pengharum ruangan. Di Indonesia dikenal dengan nama daerah: rasamala, mala, tulasan dan mandung. Di Birma dipanggil Nantayok, Laos Sop dan Thailand Sop, Hom serta Satu.

Konon, species ini awalnya menyebar dari Himalaya melalui Burma, menuju Semenanjung Malaysia, Sumatra Sumatra dan Jawa. Di Jawa, pohon ini hanya ditemukan di bagian barat dengan ketinggian antara 500 dan 1500 m dpl di hutan bukit dan pegunungan lembab. Sehingga tidak sedikit yang mengatakan bahwa Rasamala merupakan tanaman lokal Jawa Barat. Di Sumatera, Rasamala tersebar di Bukit Barisan. Mereka tumbuh secara alami terutama pada lokasi yang lembab dengan curah hujan lebih dari 100 mm per bulan dan tanah vulkanik yang subur.

Jenis ini digunakan untuk reboisasi terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Biasanya ditanam pada jarak rapat, karena pohon muda cenderung bercabang jika mendapat banyak sinar matahari.

Kegunaan

Kayu Rasamala dikenal sangat awet meski disimpan langsung bersentuhan dengan tanah. Karena bebas cabangnya tinggi, maka kayunya cocok untuk kerangka jembatan, tiang, konstruksi, tiang listrik dan telpon, serta penyangga rel kereta api. Selain itu, dimanfaatkan untuk konstruksi berat, rangka kendaraan, perahu dan kapal, lantai, rakit, vinir, dan plywood.

Di Jawa Barat, daun yang masih muda berwarna merah sering untuk dikonsumsi sebagai sayur atau lalap. Daun yang ditumbuk halus biasa juga digunakan sebagai obat batuk. Getahnya berbau aromatik dapat digunakan sebagai pengharum ruangan.

Deskripsi botani

Pohon Rasamala selalu hijau. Tingginya dapat mencapai 40-60 m dengan tinggi bebas cabang 20-35 m. Diameter bisa mencapai hingga 80-150 cm. Kulit kayunya halus, berwarna abu-abu. Kayunya berwarna merah. Pohon yang masih muda bertajuk rapat dan berbentuk pyramid. Bentuk ini berangsur menjadi bulat seiring bertambahnya umur. Letak daun bergiliran. Bentuknya lonjong dengan panjang 6 - 12 cm dan lebar 2,5-5,5 cm. Bentuk khasnya adalah tepi daun yang bergerigi halus.

Bunganya berkelamin satu. Bunga jantan dan betina terpisah pada pohon yang sama. Malai betina terdiri dari 14-18 bunga, berkumpul menyerupai kepala.

Deskripsi buah dan benih

Buah Pohon ini berdiameter 1,2-2,5 cm dan berwarna coklat seperti kapsul yang terdiri 4 ruang. Setiap ruang berisi 1-2 benih yang telah dibuahi. Selain benih yang dibuahi, dalam setiap ruang tersebut juga terdapat benih yang tidak dibuahi yang jumlahnya mencapai 35 butir.

Bentuk benihnya pipih dan dikelilingi sayap yang berbau aromatik. Setiap kg benih terdiri 177.000 butir atau 75.000 benih/liter. Sistem perkecambahannya epigeal.

Musim berbunga dan berbuah

Di Jawa, Rasamala berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Tetapi mencapai puncaknya pada bulan April-Mei. Puncak pembuahan dan saat terbaik untuk pengumpulan benih terjadi pada Agustus-Oktober. Belum diketahui vektor penyerbukannya, tetapi diduga perantara penyerbukannya adalah angin, berdasarkan tinjauan bahwa bunga tidak memiliki kelopak dan mahkota, benang sari sangat berlimpah, dan kepala putiknya berupa “papila”.

Panen buah

Buah harus segera dikumpulkan sebelum warnanya berubah hitam. Apabila terlambat, buah mungkin telah kosong karena benih sudah terpencar. Pengolahan dan penanganan benih Benih diekstraksi dengan penjemuran selama 2 hari, atau dengan pengering benih suhu 38-42_C selama 20 jam. Dengan perlakuan ini, buah akan terbuka sehingga benih mudah diekstraksi. Meja sortasi benih mungkin dapat digunakan untuk memilah benih berdasarkan berat.

Penyimpanan dan viabilitas

Benih segar segera menurun vibilitasnya sehingga hendaknya segera ditabur. Hasil penelitian Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Bogor menunjukkan bahwa viabilitas dapat dipertahankan hingga 12 minggu apabila benih dikeringkan hingga kadar air 5-8 % kemudian dimasukkan wadah plastik kedap udara dan disimpan di dalam ruang sejuk suhu 5-8_C.

Penaburan dan perkecambahan

Benih hendaknya direndam di dalam air selama 24 jam sebelum ditabur. Media tabur yang digunakan biasanya adalah campuran pasir-tanah 1:1. Perkecambahan mulai pada hari ke-10. Kecambah yang telah berumur 1 bulan dapat disapih ke polybag yang telah berisi media kaya bahan organik.

Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Eudicots (tidak termasuk) Core eudicots
Ordo: Saxifragales
Famili: Altingiaceae
Genus: Altingia
Spesies: A. excelsa
Posted in: Altingiaceae

(Dari berbagai sumber)

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di majalah Duta Rimba
Rasamala, Si Eksotis dari Tanah Pasundan 4.5 5 avid rollick septiana Friday, December 09, 2011 Rasamala ( Altingia excelsa Noronha ) adalah pohon hutan yang dapat tumbuh sangat tinggi, mencapai 4...


No comments:

Blog Archive